Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menurut
pandangan Al-Qur’an mengundang kita
untuk menengok sekian banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang alam raya.
Menurut ulama terdapat 750 ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang alam beserta
fenomenanya dan memerintahkan manusia untuk mengetahui dan memanfaatkannya.
Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 31 yang artinya :“Dan dia ajarkan
kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian diperintahkan kepada
malaikat-malaikat, seraya berfirman “Sebutkan kepadaku nama semua (benda) ini,
jika kamu yang benar”. Dari ayat di atas yang dimaksud nama-nama adalah sifat,
ciri, dan hukum sesuatu. Ini berarti manusia berpotensi mengetahui rahasia alam
semesta. Adanya potensi tersebut, dan tersedianya lahan yang diciptakan Allah,
serta ketidakmampuan alam untuk membangkang pada perintah dan hukum-hukum
Tuhan, menjadikan ilmuwan dapat memperoleh kepastian mengenai hukum-hukum alam.
Karenanya, semua itu menghantarkan pada manusia berpotensi untuk memanfaatkan
alam itu merupakan buah dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Al-Qur’an
memerintahkan manusia untuk terus berupaya meningkatkan kemampuan ilmiahnya.
Jangankan manusia biasa, Rasul Allah Muhammad SAW pun diperintahkan agar
berusaha dan berdoa agar selalu ditambah pengetahuannya (QS Yusuf : 72).
Hal ini dapat menjadi pemicu manusia untuk terus
mengembangkan teknologi dengan memanfaatkan anugerah Allah yang dilimpahkan
kepadanya. Karena itu, laju IPTEK memang tidak dapat dibendung, hanya saja
mabusia dapat berusaha mengarahkan diri agar tidak diperturutkan nafsunya untuk
mengumpulkan harta dan IPTEK yang dapat membahayakan dirinya dan yang lainnya.
Berkenaan dengan masalah dan teknologi, kita pernah
pasti pernah mendengar bahwa ada orang-orang yang berangapan bahwa kerusakan
dunia saat ini yaitu terjadinya perang, moral bejat, akhlak ambruk, dll adalah
disebabkan oleh teknologi. Maka dari itu teknologi harus dijauhi.
Di samping itu, ada juga orang yang mengatakan bahwa
tanpa adanya sains dan teknologi maka tidak mungkin peradaban manusia terjadi
seperti saat ini. Adanya alat transportasi yang cepat, bisa berkomunikasi
dengan siapapun di dunia ini, dll adalah hasil sains dan teknologi. Tanpa
teknologi hidup pasti sulit, maka teknologi itu penting dan adapun kerusakan
yang ditimbulkan itu karena manusianya yang tidak bisa menggunakannya.
Kemudian muncul dalam pikiran kita suatu pertanyaan
“lantas bagaimana mendudukan teknologi yang benar dalam hidup ini?”.
Dalam pandangan kapitalisme (ideologi Indonesia saat
ini) teknologi merupakan suatu sarana untuk menggapai kebahagiaan dan kepuasan
dunia semata. Karena kapitalisme berpandangan bahwa hidup itu hanya untuk
materi yaitu mencari kesenangan sebesar-besarnya. Begitupun sosislisme
(ideologi Indonesia saat orde lama) mereka juga berpandangan bahwa hidup itu
harus dinikmati dengan cara hidup bersenang-senang apapun caranya yang penting
senang. Dengan kata lain, keduanya mengejar manfaat atau manfaat menjadi
standar kehidupannya.
Maka tidak heran jika mahasiswa saat ini berpikiran
kerja, kerja, kerja, uang, uang, uang, dll. Itu karena mindset yang ada pada
dirinya adalah mindset kapitalis atau sosialis.
Saat ini sangat sedikit sekali mahasiswa yang
memiliki pemikiran Islam yang benar. Kebanyakan seperti yang di atas. Maka
jangan aneh ketika mereka menggunakan, berargumen, berpendapat, dll tentang
sains dan teknologi pasti ujung-ujungnya adalah kesenangan untuk dirinya. Ini
jelas pemahaman yang sangat keliru.
Dengan demikian, bisa kita ketahui bahwa pandangan
kapitalisme dan sosialisme dalam hal sains dan teknologi adalah salah. Maka
pandangan siapakah yang benar? Jawabannya Islam. Inilah yang dilupakan
mahasiswa, mereka tidak bisa berpikir islami, padahal seseorang dikatakan
memiliki kepribadian islam ketika pola pikir dan pola sikapnya islami.
Dalam islam, sains dan teknologi sangat penting
untuk membangun peradaban yang kuat dan tangguh. Sebagaimana halnya dahulu para
khalifah mendorong kaum muslim untuk mencipatakan teknologi dan membuat karya
ilmiah guna mengembangkan dan memanfaatkan SDA yang ada. Seperti kita ketahui
para ilmuwan islam seperti al-Khawarizmi ahli matematika, Ibnu Firnas konseptor
pesawat terbang, Jabir bin Haiyan bapak kimia, dan masih banyak lagi. Mereka
semuanya mengerahkan segenap upaya dan berkarya untuk umat. Jadi, Islam tidak
pernah melarang sains dan teknologi, tetapi justru Islam selalu terdepan dalam
sains dan teknologi sejak 13 abad yang lalu.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:
“Kalian lebih tahu urusan dunia kalian”
Hadits ini menunjukkan kebolehan mengenai sains dan
teknologi karena pada saat itu Rasulullah SAW ditanya oleh seseorang tentang
pertanian, tapi Rasulullah tidak memberikan jawaban yang benar karena
Rasulullah tidak ahli dalam pertanian.
Maka dari itu, sains dan teknologi merupakan
madaniyah ‘am yaitu benda yang tidak ada sangkut pautnya dengan hadlarah.
Sebagaimana Imam Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitabnya Nizhamul Islam
menyebutkan bahwa “Sedangkan bentuk-bentuk madaniyah yang menjadi produk
kemajuan sains dan perkembangan teknologi/industri tergolong madaniyah yang
bersifat umum, milik seluruh umat manusia”.
Madaniyah itu sendiri merupakan merupakan bentu-bentuk fisik berupa
benda-benda yang terindera dan digunakan dalam kehidupan yang meliputi seluruh
aktivitas kehidupan.
Maka dengan hal ini jelaslah sudah bahwa produk dari
sains dan teknologi dalam pandangan Islam boleh/mubah. Tetapi ingat bahwasannya
ada juga madaniyah yang bersifat khas seperti patung, salib, bintang david, dll
itu merupakan karya/hasil dari hadlarah selain Islam, maka menggunakannya
adalah suatu kemaksiatan dan hukumnya haram.
Perlu kita ketahui bahwa hadlarah merupakan
sekumpulan ide/pemahaman akan kehidupan. Setiap ideologi memiliki perbedaan
hadlarah. Barat misalnya, tujuan kehidupan
bagi mereka adalah mencari kesenangan dengan jalan mencari manfaat
sebesar-besarnya, sedangkan Islam bertujuan untuk menggapai ridla Allah SWT dan
standarnya adalah halal-haram. Artinya penggunaan sains dan teknologi dalam
Islam adalah untuk menggapai ridla Allah SWT.
Kesimpulannya adalah Islam memandang bahwa
benda-benda hasil sains dan teknologi adalah mubah. Siapapun boleh mengambilnya
dan menggunakannya. Dalam penggunaannya tentu berbeda anatara orang yang
berpikiran Islam dengan orang yang berpikiran kapitalis atau sosialis. Maka
tinggal kita pilih kacamata mana yang benar untuk memandang dan menghukumi
berbagai macam fakta. Islam? Kapitalis? Atau sosialis? Hidup adalah pilihan
maka pilihlah pilihan yang terbaik karena kita akan dipertnggung jawabkan di
akhirat kelak.
Dengan demikian, tuntaslah sudah permasalahan atau
perbedaan pendapat dalam hal sains dan teknologi. Terbukti bahwa Islam dapat
menjawab persoalan ini karena Islam merupakan problem solving dalam hidup ini.
Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar